Selasa, 02 Mei 2017

Makalah Teknologi Pendidikan Sebagai Peningkatan Kinerja



TEKNOLOGI PENDIDIKAN SEBAGAI PENINGKATAN KINERJA
(IMPROVING PERRFORMANCE)

Di Susun untuk Memenuhi Tugas
Mata Kuliah                : Teknologi pendidikan
Dosen Pengampu        : Ahmad Tabiin, M. Pd
 
Disusun oleh:
Ali Maksum                                  (2021115187) 
Rr Isnaini Nurul Istiqomah           (2021115234)
Nur Fatihah                                   (2021115309)
Tuti suryaningsih                           (2021115346)
Riyadhotus Solikhah                     (2021115378)
                 
                                   
`
Kelas :  C

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN PAI
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
(IAIN) PEKALONGAN
2017




KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kemudahan kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah materi mata kuliah “Pengantar Komputer” yang berjudul “TEKNOLOGI PENDIDIKAN SEBAGAI PENINGKTAN KINERJA”. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Baginda Rasulullah Muhammad saw., beserta keluarga, sahabat dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat.
Makalah ini menjelaskan tentang “TEKNOLOGI PENDIDIKAN SEBAGAI PENINGKTAN KINERJA”. Dengan demikian materi makalah ini diharapkan dapat membantu proses belajar mahasiswa.
Kami menyadari bahwa dalam makalah ini masih banyak terdapat kekurangan dan masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun guna perbaikan dan peningkatan kualitas makalah di masa yang akan datang dari pembaca adalah sangat berharga bagi kami.
Demikian makalah ini kami susun, semoga makalah ini bisa menambah keilmuan dan bermanfaat bagi kita semua serta menjadi tambahan referensi bagi penyusunan makalah dengan tema yang senada diwaktu yang akan datang. Aamiin yaa robbal ‘alamin.




                                                                                                Tim Penyusun




BAB II
PEMBAHASAN
  1. PengertianTeknologi Pendidikan
Istilah teknologi berasal dari bahasa Yunani technologia yang menurut Webster Dictionary berarti systematic treatment atau penanganan sesuatu secara sistematis, sedangkan techne sebagai dasar kata teknologi berarti art, skilll, science atau keahlian, ketrampilan, ilmu.
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara.
Teknologi pendidikan sebagai suatu cara mengajar yang menggunakan alat-alat teknik modern yang sebenarnya dihasilkan bukan khusus untuk keperluan pendidikan akan tetapi dapat dimanfaatkan dalam pendidikan seperti radio, film opaque projector, overhead projector, TV, video, taperecorder, komputer, dan lain-lain. Dalam teknologi pendidikan alat-alat itu disebut hardware. Alat-alat itu baru bermanfaat bila dikaitkan dengan suatu pelajaran atau program. Program ini lazim disebut software. Yang merupakan inti teknologi pendidikan adalah programnya yang harus disusun melaui prinsip-prinsip tertentu. [1]
Sekarang yang menjadi persoalan sekaligus pertanyaan bagi kita tentunya adalah bagaimana dengan eksistensi pendidikan Islam dalam menghadapi arus perkembangan IPTEK yang sangat pesat tersebut. Bagaimanapun tampaknya pendidikan Islam (terutama lembaganya) dituntut untuk mampu mengadaptasikan dirinya dengan kondisi yang ada. Disamping dapat mengadaptasi dirinya, pendidikan Islam juga dituntut untuk menguasai IPTEK, dan kalau perlu merebutnya.[2]
Kenyataan untuk merebut teknologi dan ilmu pengetahuan tersebut adalah sangat penting, sebab sekarang pembangunan nasional diarahkan dengan orientasi pada teknologi industri, dalam hal ini tak terkecuali dalam bidang pendidikan.
Prinsip yang dijadikan landasan teknologi dalam pembelajaran :
1.      Lingkungan senantiasa berubah
2.      Jumlah penduduk semakin bertambah. Mereka semua perlu belajar, dn belajar itu berlangsung seumur hidupdan dimana saja.
3.      Sumber-sumber sedekala semakin terbatas, Karena itu harus dimanfaatkan sebaik mungkin dan seoptimal mungkin. Kecuali itu harus pula diciptakan sumber baru, teknologi baru, dan didayagunakan sumber yang masih belum terpakai.
4.      Hak setiap pribadi untu berkembang semaksimal mungkin, selrs dengan perkembangan lingkungan dan masyarakat.
5.      Masyarakat berbudaya teknologi, yaitu bahwa teknologi merupakan bagian yang tertanam dan tumbuh dalam setiap masyarakat dengan kadar yang berbeda.[3]

Menurut Prof. Dr. Ing. BJ. Habibie, ada lima prinsip yang harus diikuti untuk mencapai penguasaan IPTEK yaitu:
1.      Melakukan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia (SDM) dalam bidang IPTEK yang relevan dengan pembangunan bangsa.
2.      Mengembangkan konsep masyarakat teknologi dan industri serta melakukan usaha serius dalam merealisasikan konsep tersebut.
3.      Adanya transfer, aplikasi dan pengembangan lebih jauh dari teknologi yang diarahkan pada pemecahan masalah-masalah nyata.
4.      Kemandirian teknologi, tanpa harus bergantung ke luar negeri.
5.      Perlu adanya perlindungan terhadap teknologi yang dikembangkan di dalam negeri hingga mampu bersaing di arena internasional.

Sementara itu pendidikan Islam yang tugas pokoknya menelaah dan menganalisis serta mengembangkan pemikiran, informasi dan fakta-fakta kependidikan yang sama sebangun dengan nilai-nilai ajaran Islam dituntut harus mampu mengetengahkan perencanaan program-program dan aktivitas-aktivitas operasional kependidikan, terutama yang berkaitan dengan pengembangan dan pemanfaatan IPTEK sebagaimana digambarkan diatas.
2.      Teknologi Pendidikan dalam Pengembangan Pendidikan Islam
Pendidikan Islam mempunyai sesuatu kekuatan yang sangat signifikan dipertahankan atau dikembangkan. Hal ini mungkin dapat dilihat dari tataran filosofis atau konseptual dan pengalaman selama ini dari lembaga-lembaga pendidikan Islam yang dari waktu ke waktu telah mampu tumbuh di tengah-tengah dinamika masyarakat dan memberikan kontribusi sebagai berikut:
1.      Motivasi kreatifitas anak didik ke arah pengembangan IPTEK itu sendiri, dimana nilai-nilai Islam menjadi sumber acuannya.
2.      Mendidik keterampilan, memanfaatkan produk IPTEK bagi kesejahteraan hidup umat manusia  pada umumnya dan umat Islam pada khususnya.
3.      Menciptakan jalinan yang kuat antara ajaran agama dan IPTEK, dan hubungan yang akrab  dengan para ilmuwan yang memegang otoritas IPTEK dalam bidang masing-masing.
4.      Menanamkan sikap dan wawasan yang luas terhadap kehidupan masa depan umat manusia melalui kemampuan menginterpretasikan ajaran agama dari sumber-sumbernya yang murni dan kontekstual dengan masa depan kehidupan manusia.[4]
A.    Teknologi Kinerja
Teknologi kinerja (human performance technology) adalah latihan terkait pendidikan teknologi pembelajaran yang mulai mencuat disekitar akhir tahun 1980-an. Praktisi di Amerika Serikat sebelumnya sudah berdebat panjang lebar tentang penerapan prinsip teknologi pendidikan/pembelajaran dilembaga atau organisasi non kependidikan. Kebutuhan pembinaan kompetensi di semua lini di organisasi sangatlah tinggi. Namaun banyak aspek yang perlu dipertimbangkan dalam menerapkan konsep teknologi pendidikan/pembelajaran. Adopsi ilmu manajemen secara umum, serta psikologi industri sangat membantu teknologi kinerja.
  1. Konteks Teknologi Kinerja
1.                   Makna Human (Manusia)
Istilah ini merujuk pada konsep kinerja keseluruhan dalam suatu organisasi. Secara struktur, dalam organisasi terdapat kinerja manusia, kinerja organisasi, kinerja mesin, piranti atau komputer. Setiap kinerja berdampak terhadap peningkatan mutu oraganisasi secara keseluruhan. Sebagai contoh, Indonesia mengalami kemunduran dalam dunia olahraga bulu tangkis. Kalimat ini merujuk pada kinerja bulu tangkis Indonesia. Kata Indonesia dalam pernyataan ini bukanlah arti dari Indonesia sebagai teritori, Negara kepulauan, atau penduduk yang berjumlah lebih dari 200 juta orang. Makna Indonesia di sini adalah para pemain bulu tangkis, terdiri dari beberapa orang pemain dan pengurusnya yang mewakili Negara Indonesia. Tim Nasional bulu tangkis ini bertanding atas nama rakyat dan negara. Untuk itu, label Indonesia yang mereka sandang. Prestasi mereka sama dengan prestasi Indonesia dalam pengertian teritori dan penduduknya. Dalam hal ini, hanya tim tersebut yang berjuang dan memperlihatkan kinerja mereka.
2.      Makna Kinerja.
Sesuatu yang dilakukan oleh karyawan, termasuk didalamnya adalah aspek kognitif atau berpikir, sikap, sisitem nilai yang dianutnya, keputusan, cara pandang, dan berinteraksi. Dalam bukunya, pershing, et al, menyebutkan bahwa tenaga terkait dengan kompetensi (keahlian, kemampuan, dan pengetahuan). Bagi organisasi ISPI, rumusan kinerja sederhana, menyangkut kegiatan dan hasil yang terukur. Rothwell dan kazanas, menyatakan pendapat mereka tentang kinerja secara menyeluruh. Pandangan mereka mencakup pencapaian seseorang karena ia telah menunjukan perilaku, keterampilan, sikap, sekaligus pengetahuannya. Selain itu, mereka menjelaskan perbedaan kinerja organisasi dan mesin atau peralatan.
3.      Makna Teknologi.
Definisi teknologi yang dirumuskan dalam lingkup teknologi kinerja tidak berbeda dengan rumusan teknologi secar umum, atau dalam cakupan teknologi pendidikan. Teknologi terkait dengan prosedur, teknik serta temuan ilmiah yang dihasilka melalui serangkaian penelitian. Dan berdamapak pada penyelesaian masalah.
4.      Workplace (tempat bekerja) dan organizations (organisasi/lembaga).
Jika selama ini teknologi pendidikan/pembelajaran sering dikaitkan dengan lembaga pendidikan/sekolah, maka teknologi kinerja terkait dengan pemberdayaan melalui proses belajar di organisasi atau tempat bekerja seseorang. Teknologi kinerja membahas masalah belajar dan penyelenggaraannya bagi karyawan/pekerja dengan pendekatan secara individu atau tim. Konsep belajar untuk karyawan ini mendorong para ahli untuk mengadopsi prinsip belajar orang dewasa serta psikologi industri. Tentu saja dengan penerapan dua teori ini menyebabkan dua pertimbangan dan keputusan menentukan model, strategi, media pembelajaran atau assement belajar menjadi berbeda dibandingkan dalam menentukan model, strategi, media pembelajaran, dan assement bagi peserta didik di sekolah.
Selain itu, pengaruh sifat dan budaya setiap organisasi terlihat pula dalam menentukan pilihan pembelajaran. Teknologi pembelajaran sedah tentu perlu menyadari dan mengimplementasikan hal ini dalam memilih pendekatan yang cocok bagi kliennya.
5.      Karakteristik Teknologi Kinerja.
Rumusan teknologi kinerja yaitu:
a.       Sistematis: mempunyai aturan, tata tertib, dan teratur dalam pelaksanaannya.
b.      Sistem: memandang kinerja dan prestasi seseorang di lembaga/ organisasi sebagai suatu sistem, yang dianalisis berdasarkan komponen didalamnya.
c.       Berdasarkan teori: sebagian pakar berpendapat bahawa teknologi kinerja berevolusi dari refleksi teknologi pembelajaran/pendidikan yang berprofesi di bisnis dan industri, melakukan penyesuaian pemikiran dan pemecahan masalah berdasarkan lingkungan kinerja mereka.
d.   Terbuka untuk berbagai pendekatan: penyeselaian masalah atau intervensi tidak berpihak atau menganut suatu media apapun, melainkan manfaat berbagai sumber yang tepat dan sesuai.
e.    Terpusat pada kemampuan seseorang dan sistem nilai: teknologi kinerja menelusuri teknik, cara, dan sumber yang tepat untuk meningkatkan mutu kinrja seseorang atau memberdayakan agar ia dapat berprestasi dan sukses, melalu sistem nilai yang berlaku di organisasi dan masyarakat umumnya.
Upaya menyesuaikan dengan organisasi menorong seorang teknolog kinerja untuk terbuka dan bekerja sama dengan semua pihak dan mengkaji seluruh elemen organisas seperti seleksi dan rekrutmen, insentif, peraturan dan kebijakan, dan sebagainya. Menekan atau efiiensi biaya pelatihan serta penyelenggaraan program pelatihan yang lebih selektif ini menjadi alasan keberadaan teknologi kinerja di organisasi, terutama organisasi yang berorientasi pada keuntungan. [5]
A.    Meningkatkan Kinerja
     Menurut Association for Educational Communications and Technology atau disingkat AECT (2004), Teknologi Pendidikan (TP) didefinisikan sebagai studi dan praktek etis dalam upaya memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja dengan cara menciptakan, menggunakan/memanfaatkan, dan mengelola proses dan sumber-sumber teknologi yang tepat, Jelas, tujuan utamanya yaitu untuk:
a.       Memecahkan masalah belajar atau memfasilitasi pembelajaran agar efektif, efisien dan menarik.
b.      Meningkatkan kinerja.
Dalam teknologi pendidikan improving performance atau diterjemahkan sebagai meningkatkan kinerja lebih sering merujuk pada suatu pernyataan mengenai keefektifan; bisa merupakan cara-cara yang diharapkan membawa hasil yang berkualitas, produk yang diharapkan dapat menciptakan proses belajar yang efektif, dan perubahan-perubahan kompetensi yang dapat diterapkan di dunia nyata. Makna belajar itu pun merupakan suatu rangkaian proses interpretasi berdasarkan pengalaman yang telah ada, interpretasi tersebut kemudian dicocokan pengalaman-pengalaman baru.
Efektif sering kali berdampak pada efisiensi, yaitu hasil yang dicapai dengan penggunaan waktu, tenaga, dan biaya seminim mungkin. Namun apa yang dimaksud dengan efisien sangatlah tergantung pada tujuan yang hendak dicapai. Efisiensi dalam gerakan pengembangan instruksional sistematis didefinisikan sebagai menolong peserta didik mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya yang diukur dengan evaluasi terstruktur (tes, ulangan, dsb).  Oleh sebab itu proses kegiatan belajar dilakukan dengan tahapan-tahapan yang sistematis. Pandangan ini berbeda dengan pendekatan cara belajar konstruktivis. Cara pandang konstruktivis menekankan pada posisi peserta didiklah yang menentukan tujuan mereka sendiri dan bagian apa yang hendak dipelajari.
Belajar yang benar dan berhasil adalah apabila ilmu pengetahuan dapat dipahami secara mendalam, dialami, dan diterapkan untuk mengatasi masalah-masalah di dunia nyata, bukan berdasar hasil ujian atau ulangan. Konstruktivisme cenderung mempersoalkan perancangan lingkungan belajar daripada pentahapan kegiatan pembelajaran. Lingkungan belajar ini merupakan konsteks yang kaya, baik dari landasan pengetahuan, masalah yang otentik, dan perangkat yang digunakan untuk memecahkan masalah. Itulah sebabnya efisiensi tergantung pada apa tujuan yang hendak dicapai dalam proses belajar.
Sementara kata performance atau kinerja merujuk pada dua hal yang saling berkesinambungan:
a.       Kemampuan peserta didik untuk menggunakan dan mengaplikasikan kompetensi baru yang telah dicapainya; bukan sekedar mendapat pengetahuan kemudian stagnan, namun pengetahuan itu meningkatkan kompetensi dan kompetensi tersebut dapat diaplikasikan secara nyata.
b.      Selain menolong peserta didik memiliki kompetensi yang lebih baik, alat dan ide-ide teknologi pendidikan dapat membantu para guru maupun perancang pembelajaran menjadi tenaga pendidik yang lebih mumpuni. Hasilnya mereka dapat menolong berbagai institusi mencapai tujuan dengan lebih baik.[6]









DAFTAR PUSTAKA
http://jadiwijaya.blog.uns.ac.id/2010/06/06/meningkatkan-kinerja-dalam-konteks-teknologi-pendidikan/ diakses pada hari rabu, jam 13:35, tanggal 1 maret 2017.
Nasution. 2012. Teknologi Pendidikan. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Salma Prawiradiraga, Dewi. 2012. Wawasan Teknologi Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Setijadi, 1997. Definisi Teknologi Pendidikan. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Soejoeti, 1998 al-Islam dan IPTEK.Jakarta: Raja Grafind.
Yusufhadi  Miarso, 2004. Menyemai Benih Teknologi Pendidikan, Jakarta: Prenada Media





[1] Nasution, Teknologi Pendidikan, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2012), hlm. 2.
[2] Soejoeti, al-Islam dan IPTEK (Jakarta: Raja Grafindo, 1998), hlm. 105-115.
[3] Yusufhadi  Miarso, Menyemai Benih Teknologi Pendidikan, (Jakarta: Prenada Media, 2004), hlm.193.
[4] Soejoeti, loc. cit.
[5] Dewi Salma Prawiradilaga, Wawasan Teknologi Pendidikan, (Jakarta: Kencana, 2012), hlm. 161-165.
[6] http://jadiwijaya.blog.uns.ac.id/2010/06/06/meningkatkan-kinerja-dalam-konteks-teknologi-pendidikan/ diakses pada hari rabu, jam 13:35, tanggal 1 maret 2017.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Beranda selamat datang

    SELAMAT DATANG DI BLOG KAMI "MAHASISWA CERDAS"  Alhamdulillahirobbil'alamiin, kami (Rr Isnaini Nurul Ist...